Minggu, Oktober 07, 2007

MIMPI SANG PENGUSAHA

Pada harian KOMPAS terbitan hari Sabtu 6 Oktober 2007, pada halaman Nama & Peristiwa ada sebuah tulisan mengenai mimpi "Entrepreneur" si pemilik usaha CIPUTRA Group.

Bahwa ada suatu kekhawatiran dari Ciputra mengenai keadaan negeri tercinta Indonesia yang sangat besar ini. Bahwa sebagai bangsa yang besar saat ini ternyata Indonesia telah mampu menciptakan lulusan sarjana setiap tahunnya, namun jumlah lapangan kerja yang tersedia sangatlah terbatas. Maka akibatnya jumlah pengangguranpun tetap tinggi bahkan setiap tahun angkanya ada kecenderungan meningkat.

Tidak salah apa yang dikhawatirkan oleh Ciputra dan para pengusaha lainnya seperti Purdi E Chandra, Bob Sadino, bahwa satu-satunya jalan adalah setiap orang harus berupaya untuk membuka lapangan pekerjaan bagi dirinya. Caranya tidak lain adalah dengan menjadi Entrepreneur.

Menurut Ciputra yang sebagai tokoh pengusaha real estate ini , bahwa negeri yang begitu kaya dengan sumber daya alam ini hanya memiliki 0,18 persen entrepreneur. itu artinya hanya sekitar 400 ribu orang saja dari sekitar ratusan juta penduduk Indonesia.

Kalau kita menyimak setiap diadakan bursa kerja diberbagai kota, dimana peminatnya sangat luar biasa, maka tidak salah kalau sudah saatnya kita harus mulai mengajak kepada semua pihak untuk turut serta membuat gerakan melahirkan Entrepreneur.

Mimpi dari Ciputra adalah jumlah entrepreneur di Indonesia bisa meningkat menjadi dua persen, Mimpi dari Purdie E Chandra ingin melahirkan pengusaha 10.000 orang, tentunya harus kita dukung sepenuhnya. Kalau om Bob Sadino mengatakan bahwa untuk menjadi seorang entrepreneur tidak usah menjadi pintar dahulu, karena dengan kita semakin pintar maka kita akan semakin takut untuk memulai sebagai pengusaha.

Bagaimana caranya untuk mewujudkan entrepreneur ? "Tidak bisa lain kecuali kita merangsang munculnya entrepreneur baru, itu harus kita mulai dari perguruan tinggi, dengan memasukkan entrepreneurship sebagai mata kuliah" ujar Ciputra.

Kalau anda tahu, bahwa pelopor "Kebab Turki Baba Rafi" si Milyader muda dari Surabaya Hendi Setiono, adalah dahulunya seorang mahasiswa tetapi dengan semangat dan intuisinya bisa menjadi entrepreneur seperti sekarang ini, tidak lain adalah karena didikan entrepreneurship yang dia dapatkan.

Maka dari itu marilah kita dukung mimpi dari para entrepreneur tersebut, sehingga nantinya Indonesia ini bisa menjadi negara yang maju dan terlebih adalah berkurangnya angka kemiskinan dan pengangguran, bukan lagi sebagai negara pengekspor SDM (TKI) melainkan bisa menjadi negara pengimpor SDM dari luar negeri. Semoga !!!

Rabu, Oktober 03, 2007

OTAK KANAN

Di dalam Otak manusia, kalau kita mau buka, ternyata ada dua sisi, yaitu otak kiri dan otak kanan, dimana kalau kita jabarkan itu sangat panjang sekali.
Kebanyakan dari kita tidak menyadari bahwa kita selama ini berpikir hanya dengan menggunakan otak kiri, yang semuanya serba teratur.
Dari semenjak kita bayi, kita sudah diarahkan dan dilatih menggunakan otak kiri, sebagai contoh pada saat kita masih kecil, kalau menerima sesuatu itu harus menggunakan tangan "baik" yaitu tangan kanan, kalau kita mau pakai tangan kiri pastilah dilarang. Dengan kita membiasakan diri menggunakan tangan kanan, berarti kita itu menggunakan juga otak kiri. Karena tangan kanan berhubungan dengan otak kiri dan tangan kiri berhubungan dengan otak kanan.
Pada saat kita TK, SD, SMP dalam pelajaran menggambar misalnya biasanya juga digunakan contoh-contoh bahwa kalau kita menggambar pemandangan dengan membuat gunungnya ada 2, kemudian membuat jalan dengan mengambil dari sisi tengah, disebelah kanan dan kiri kita gambar sawah, kemudian gambar mataharinya satu, bisa kita letakkan di tengah atau di atas gunung dengan sinar berupa garis-garis.
Juga pada saat pelajaran bahasa, membuat contoh kalimat misalnya "Ibu pergi ke pasar MEMBELI sayuran" (atau yang lainnya), kenapa dulu kita tidak diajarkan kalimatnya diganti "Ibu ke pasar MENJUAL sayuran".

Otak kanan adalah otak yang penuh berisi dengan ide dan kreativitas, keberanian dalam melangkah tanpa didahului dulu dengan perhitungan, tidak teratur dan melompat-lompat, yang dilakukan adalah take action dulu, just do it begitu menurut sebuah merek sepatu terkenal.
Tetapi kalau kita banyak ide, dan tidak melakukan sesuatu karena dengan banyak sekali pertimbangan, maka kitapun sebetulnya tetap menggunakan otak kiri.

Jika kita membiasakan menggunakan otak kanan, sebetulnya otak kiri nantinya pasti akan selalu mengikuti. Tetapi jika kita menggunakan selalu otak kiri, maka otak kanan tidak akan pernah mau mengikutinya.
Seperti kalau kita mau membuka usaha, kalau didasari dengan banyak pertimbangan maka usaha itu tidak akan pernah terwujud, karena belum jalan kok kita sudah memikirkan kapan BEPnya, balik modalnya kapan, lah berangkat saja belum, kok sudah ditanyakan baliknya kapan?
Kebalikannya, kalau kita mau melangkah membuka usaha, yang penting adalah buka dulu (otak kanan jalan dulu), pasti nanti setelah jalan baru kita akan menggunakan otak kiri, yaitu perhitungan-perhitungannya.